Pdt. Titus Christianto memulai langkah ketaatan akan panggilan Tuhan yang sudah ia rasakan sejak masih muda dengan masuk ke Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT; sekarang: STT-SAAT). Selepas masa studinya, ia diutus untuk memulai praktik pelayanan satu tahun bagi jemaat Pasamuan Urip Anyar Suriname (PUAS) di Paramaribo, Suriname (Amerika Selatan). „Sungguh Rindu Aku Melayani-Nya“ menjadi komitmen dan pergumulannya di masa itu untuk memperluas kerajaan Allah. Tuhan menjawab pergumulannya itu melalui departemen misi SAAT, SUNERGON. Pada bulan Maret 2015, ia diutus dalam pelayanan penjangkauan terhadap masyarakat Indonesia Diaspora di kota Hamburg, Jerman.

Tanpa Kristus hidup manusia begitu hampa; menjadi salah satu bagian kecil yang Tuhan nyatakan, yang membuat hatinya rindu untuk lebih lagi menjadi perpanjangan tangan Tuhan di Jerman, tidak hanya di kota Hamburg, melainkan juga kota-kota di sekitarnya. Ketaatannya dalam memenuhi panggilan Tuhan bukanlah tanpa halangan, namun hal itu tidak mengurangi sukacitanya karena ia sadar, bahwa barangsiapa memiliki Yesus, ia memiliki hidup. Itulah yang kemudian menjadi motto hidup yang terus menggerakkan pelayanannya dalam memperkenalkan Yesus bagi banyak orang dan memuridkan mereka yang percaya kepada Yesus, untuk kemudian memiliki hidup yang sejati.

"Wer Jesus hat, hat das Leben."

Pdt. Titus Christianto

Pada bulan Mei 2016, ia diwisuda dan secara resmi mendapat gelar Sarjana Teologi (S.Th) dari STT-SAAT, Malang dan kemudian ditahbiskan sebagai pendeta bagi FeG Maranatha Hamburg pada tanggal 10 Desember 2017. Setiap keping puzzle kehidupan yang sedang Tuhan susun sedemikian rupa menyadarkannya bahwa yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana seseorang dapat menikmati dan mengenal Allah secara pribadi, sehingga panggilan Allah dalam hidup tiap pribadi boleh dinyatakan — bagi Kristus, bagi Gereja, bagi Dunia, bagi Kemuliaan Allah. Discover what's yours!